Pasca Penutupan Tambang Warga Sekitar Kondisinya Makin Memprihatinkan

Bogor, 19 April 2026 β€” Warga Desa Rengas Jajar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kembali menyuarakan harapan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar aktivitas tambang di wilayah mereka dapat dibuka kembali. Penutupan tambang dinilai membawa dampak serius terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Ibu Rumamah, salah satu warga, mengungkapkan bahwa sejak tambang ditutup, kehidupan warga menjadi semakin sulit. Banyak keluarga kehilangan sumber penghasilan utama yang sebelumnya bergantung pada aktivitas tambang.

Bacaan Lainnya

β€œSekarang susah cari uang. Untuk kebutuhan sehari-hari saja sering kekurangan, apalagi untuk biaya sekolah anak,” ujar Rumamah.

Hal senada disampaikan oleh Samsul Rizal, yang akrab disapa Rizal. Ia mengatakan bahwa kondisi ekonomi yang memburuk memaksa sebagian anak-anak di desa tersebut berhenti sekolah karena orang tua tidak mampu membiayai pendidikan.

β€œBanyak anak yang akhirnya putus sekolah. Orang tuanya tidak punya penghasilan tetap sejak tambang ditutup,” kata Rizal.

Rizal juga menjelaskan bahwa saat ini banyak warga beralih mengumpulkan batu jenis split dan pasir secara manual untuk bertahan hidup, meskipun hasilnya sangat terbatas.

Tak hanya Rumamah dan Rizal, sebagian besar masyarakat Desa Rengas Jajar memang menggantungkan mata pencaharian mereka pada sektor pertambangan. Penutupan tambang membuat banyak warga kehilangan pekerjaan secara bersamaan, sehingga berdampak luas pada kondisi ekonomi desa.

Kini, para ibu dan bapak harus bekerja keras dari pagi hingga sore, mengumpulkan material sedikit demi sedikit demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Warga berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat segera memberikan solusi yang berpihak kepada masyarakat, baik melalui pembukaan kembali tambang dengan pengawasan yang lebih ketat, maupun dengan menyediakan alternatif lapangan pekerjaan yang layak.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pemerintah terkait permohonan warga Desa Rengas Jajar tersebut. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *